Senin, 28 September 2009

Memetik Manfaat Ragam Puasa

Hot Topic Mon, 14 Sep 2009 16:01:00 WIB

Puasa Senin-Kamis hanya salah satu dari banyak jenis atau cara berpuasa yang dijalani oleh warga masyarakat kita, antara lain masyarakat tradisional Jawa. Pernak-perniknya mungkin berbeda-beda, namun esensinya sama, yaitu berlatih untuk menemukan diri sejati, sekaligus memberi manfaat sehat. Mana yang paling pas untuk Anda?

Puasa yang umum dikenal dan dilakukan oleh masyarakat kita tidak hanya puasa yang disarankan oleh agama-agama. Umat Muslim wajib puasa Ramadan misalnya, sedangkan umat Katolik puasa 40 hari di masa pra-Paskah. Di luar itu, para pemeluk agama juga banyak yang menjalankan puasa yang lazim diajarkan sebagai bagian dari budaya tradisional.

Yang lazim diajarkan sebagai bagian dari budaya tradisional berbagai suku di Tanah Air adalah puasa Senin-Kamis dan puasa Nabi Daud (sehari puasa sehari tidak puasa). "Apa pun cara atau jenis puasanya, pada intinya adalah untuk menemukan jati diri," ujar Permadi, SH, yang dikenal sebagai salah satu tokoh Kejawen.

Diakui oleh pemeluk aliran Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa ini bahwa puasa merupakan sarana berlatih untuk memahami Tuhan, berpikir secara jernih, menguasai rasa dan emosi. Puasa juga sekaligus bermanfaat untuk sehatnya metabolisme tubuh dan mengirit pangan.

"Betapa banyak pangan yang bisa dihemat bila semakin banyak orang yang berpuasa," ujar Permadi. Dengan kata lain, berpuasa sebenarnya juga membuat kita lebih bersahabat dengan alam.

Menurunkan yang serbatinggi

Lebih dari itu, konsep puasa sebenarnya memperlihatkan betapa berbedanya konsep sehat antara masyarakat Barat dengan masyarakat tradisional kita. Bila konsep masyarakat Barat dan modern mewajibkan orang makan secara cukup dan lengkap setiap hari agar tubuh sehat, masyarakat tradisional kita menggunakan cara puasa justru untuk mendapatkan kesehatan. Bukan hanya kesehatan lahir, tapi juga kesehatan batin.

"Orang yang terbiasa puasa itu pori-porinya sudah bisa menyerap energi matahari dan udara secara langsung. Jadi meskipun tidak makan, mereka tetap sehat dan memiliki kekuatan lahir batin," kata Permadi.

Puasa biasanya dilakukan untuk lebih mengenal diri dan mendekatkan diri pada Tuhan. Karena itu, biasanya sebelum berpuasa didahului dengan mandi dan keramas dilanjutkan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tidak perlu khawatir menjadi lemas dan tidak dapat beraktivitas karena tubuh justru memiliki mekanisme untuk menjadi kuat dengan apa yang dikonsumsi. Melalui puasa yang jenisnya bermacam-macam itu otomatis kelebihan lemak, kolesterol, tekanan darah, maupun kadar gula darah yang tinggi akan turun dan terjaga normal.

Berikut ini beberapa jenis puasa yang dikenal dan sering dilakukan oleh masyarakat kita. Mungkin beberapa di antaranya juga cocok dan baik untuk Anda jalankan.

Puasa Mutih
Puasa mutih bukan berarti makan dan minum apa pun serba putih, seperti susu, nasi, mpek-mpek, bihun. Yang benar adalah bahwa ketika menjalani puasa ini orang hanya diperkenankan makan nasi putih dan minum air saja, selama 24 jam sehari. Biasanya puasa dimulai pukul 18.00 dan diakhiri pada pukul 18.00 keesokan harinya.

Ada dua cara menjalaninya. Yang pertama ialah boleh makan dan minum beberapa kali sehari sesuai waktu makan. Cara kedua adalah hanya makan satu kali pada saat berbuka puasa; dan berlanjut hingga saat bangun tidur di hari kedua baru kembali makan dan minum seperti biasa.

Puasa mutih ini biasanya dilakukan sesuai hari lahir. Hari lahir ini bisa dalam arti sesuai hari weton (40 hari sekali) atau seminggu sekali mengikuti hari saja. Ada yang melakukannya satu hari, tiga hari, tujuh hari, bahkan sampai 40 hari. Artinya, selama itu hanya makan nasi putih dan air saja.

Dalam konsep puasa tradisional ini tidak dikenal istilah makan sahur. Jadi, makan hanya dilakukan petang hari, ditambah malam sebelum tidur.

Puasa Ngrowot
Ini adalah jenis puasa dengan cara hanya makan umbi-umbiah plus minum air putih saja selama 24 jam sehari. Puasa biasanya dimulai petang hari hingga petang hari lagi, dan tidak memerlukan sahur; sama dengan puasa mutih.

Biasanya umbi-umbian yang dimakan adalah singkong, ketela, ubi, kentang, termasuk jagung yang direbus atau dikukus tanpa tambahan garam maupun bahan-bahan lainnya.

Menjalani puasa ini jauh lebih ringan dibanding puasa mutih karena masih dapat merasakan aneka bahan pangan. Dengan demikian, biasanya orang bisa mengonsumsi makanan lebih banyak, dibanding kalau hanya makan nasi putih saja. Namun, bagi mereka yang tidak menyukai umbi-umbian, puasa ngrowot ini akan dirasakan cukup berat.

Puasa ngrowot juga dilakukan dengan dua cara, tergantung kebiasaan masing-masing orang, yaitu selama 24 jam tidak makan dan minum apa pun sampai waktunya berbuka, setelah berbuka juga tetap hanya makan umbi-umbian dan air putih sampai bangun tidur di hari kedua.

Puasa Nganyep
Puasa nganyep mirip puasa ngrowot, yaitu hanya makan makanan serba direbus atau dikukus. Bedanya dengan puasa ngrowot adalah bahan pangan yang dimakan tidak hanya umbi-umbian, melainkan dapat ditambah sayuran dan tempe rebus atau kukus. Sesuai dengan namanya, yaitu nganyep, semua bahan yang dimakan tidak mendapat tambahan bumbu apa pun, termasuk garam.

Puasa nganyep juga dijalankan seperti puasa yang lain, yaitu dimulai pada petang hari dan diakhiri petang hari pula, sekitar pukul 18.00 hingga 18.00 hari berikutnya.

Untuk puasa selama 24 jam sehari itu juga tidak diperlukan sahur. Anda bisa memilih sepanjang 24 jam itu hanya makan dan minum setelah berbuka dan bangun tidur keesokan harinya baru makan dan minum seperti biasa. Atau, Anda bisa tetap makan dan minum seperti biasa, tapi makanan dan minuman yang disesuaikan.

Puasa Nyodot
Puasa nyodotyang dimaksudkan adalah menirukan cara codot (kalong) makan, yaitu hanya buah-buahan segar saja ditambah air putih, tanpa tambahan apa pun.

Puasa bisa dilakukan sejak petang hari sehari sebelumnya hingga petang keesokan harinya, tanpa sahur karena yang menjalani bisa makan dan minum kapan saja sepanjang hanya buah segar dan air. Puasa jenis ini sangat menyenangkan karena biasanya tidak begitu merasakan kelaparan dan kehausan.

Puasa Ngebleng
Ini adalah jenis puasa lengkap. Yang bersangkutan hanya tinggal di dalam kamar tanpa penerangan sama sekali, tidak makan maupun minum, bahkan tidak tidur, tidak berbicara, dan tidak mandi.

Jadi apa yang dilakukan di dalam kamar? Hanya melakukan perenungan, berdoa dan terhubung selalu dengan Tuhan Yang Maha Esa. Lamanya puasa bisa sehari, tiga hari atau tujuh hari jika sanggup.

Puasa Senin Kamis
Puasa ini banyak dilakukan oleh masyarakat kita. Puasa Senin Kamis biasanya dimulai pada saat magrib Minggu petang diakhiri pada magrib Senin petang. Dilanjutkan pada saat magrib Rabu petang diakhiri magrib Kamis petang.

Untuk puasa Senin Kamis ini ada yang memakai makan sahur, tapi ada juga yang tidak makan sahur, tergantung pada kebiasaan atau keyakinan masing-masing. Mana yang lebih baik dan lebih benar? Tidak ada yang lebih, karena semuanya benar dan baik.

Puasa Rabu Sabtu
Puasa pada hari Rabu Sabtu relatif kurang dikenal dibanding puasa Senin Kamis. Ada pendapat yang diturunkan oleh para sesepuh, bahwa puasa Senin Kamis tidak tepat dilakukan oleh mereka yang belum menikah karena konon kelak dapat menyebabkan gemuk. Karena itu, puasa Rabu Sabtu lebih disarankan untuk dilakukan oleh para gadis dan jejaka.

Puasa Nabi Daud
Ini adalah jenis puasa mengikuti cara Nabi Daud, yaitu sehari puasa dan sehari tidak puasa. Ada yang pakai makan sahur, tapi sebagian orang juga tidak merasa perlu makan sahur.

Puasa Ngapit Weton
Yang dimaksud ngapit weton adalah mengapit hari lahir. Contohnya, lahir hari Senin Pon, maka puasa dimulai pada petang hari Sabtu Legi dan berakhir pada petang hari Selasa Wage. Puasa jenis ini biasanya dilakukan lebih sebulan sekali, sesuai hari pasaran.

Bagaimana cara puasanya? Ada yang makan dan minum biasa saat berbuka, tapi ada yang menggunakan cara puasa mutih.

Motif Spiritual Berbuah Sehat

Berpuasa pada dasarnya dilakukan untuk motif yang lebih spiritual, yaitu mengenal diri dan menemukan jati diri, sehingga bisa mengenal Tuhan dan menjadi dekat dengan-Nya.

Namun, sebagian orang juga melakukan puasa ketika menginginkan sesuatu. Jadi puasa dilakukan sebagai pertanda kuatnya suatu niat, dengan harapan untuk terwujud menjadi lebih besar. Ada pula orang yang berpuasa, untuk memenuhi nazar ketika doanya terkabul.

Apa pun motifnya, berpuasa memberi efek kesehatan yang baik. Tergantung jenis puasanya, bisanya puasa memberi efek menurunkan berat badan yang berlebih. Selain juga menurunkan kadar lemak, kolesterol, tekanan darah, dan kadar gula darah. Karena itu, puasa sekarang juga menjadi bagian dari metode terapi di sejumlah rumah sakit di negara-negara Barat.

Puasa ngrowot, mutih, nyodot, dan nganyep misalnya dapat menurunkan tekanan darah karena tidak ada konsumsi garam sama sekali. Melalui puasa-puasa tersebut kadar lemak juga akan menurun karena sama sekali tidak mengonsumsi lemak dari daging, susu, santan, mentega, telur, dan lain-lain. Kadar gula pun akan turun, karena tubuh tidak diberi kesempatan untuk mendapatkan tambahan konsumsi gula baik dari minuman maupun makanan.

Perlu diingat, puasa merupakan suatu metode dengan disiplin tertentu. Karena itu, berpuasa tidak akan menyebabkan sakit. Dengan menjalani puasa tradisional itu, tubuh dibersihkan dari bahan-bahan kimia, garam, maupun lemak hewani serta gula yang sesungguhnya tidak benar-benar dibutuhkan oleh tubuh.

Puasa sangat berbeda dengan cara membabi buta orang yangg ingin langsing dengan cara menyingkirkan makanan dari meja makan. Hasilnya justru bisaa menyebabkan kekurangan gizi dan lemahnya daya tahan, walaupun tubuh langsing.

Sumber: Senior

Selasa, 22 September 2009

Kenapa jadi pikun?.

Kelebihan Kolesterol di Paruh Baya, Beresiko Pikun di Usia Tua



Sebuah studi menemukan, orang-orang paruh baya, usia antara 40 - 45 tahun, yang mempunyai kelebihan kolesterol dalam tubuh atau mengalami kegemukan, paling beresiko menderita kepikunan pada usia tua nanti.

"Ini merupakan studi pertama yang mencari penyebab resiko menderita Alzheimer di usia tua," ujar Dr. Rachel Whitmen, peneliti dari Kaiser Permanente Division of Research in Oakland, California, Amerika Serikat," kami mencari beberapa faktor di usia paruh baya, yang dapat menyebabkan kepikunan pada usia tua. Dan kolesterol merupakan faktor penyebab yang penting."

Studi yang dipublikasikan di Journal Dementia and Geriatric Cognitive Disorders, melibatkan 9.844 orang-orang berumur 40 - 45 tahun, yang menjalani usianya itu pada tahun 1964 - 1973.

Dari hasil penelitian penelitian laporan kesehatan mereka pada tahun 1994-2007, diketahui bahwa 469 dari mereka menderita penyakit Alzheimer, dan 127 dari mereka menderita Dementia. Dua penyakit yang disebabkan karena pembuluh darah tersumbat kandungan kolesterol tinggi, sehingga suplai darah ke otak terganggu, yang menyebabkan kepikunan.

Penyakit Alzheimer adalah keadaan di mana daya ingatan seseorang merosot dengan parahnya sehingga pengidapnya tidak mampu mengurus diri sendiri, atau sering lupa atau kepikunan, biasanya diderita orang lanjut usia.

Sedangkan penyakit Dementia, merupakan Alzheimer tingkat lanjut, dimana penderita mengalami kepikunan tingkat akut. Gangguan kepikunan sudah sampai pada kemampuan kognitif yang meliputi kemampuan konsentrasi berkurang, intelektual ( berhitung), bersosialisasi (berbicara), memori, orientasi (seperti tidak tahu lagi sekarang hari apa, dimana, siapa dirinya), serta gangguan apraxia (ketidakmampuan melakukan satu paket gerakan rutin seperti memakai kemeja). Juga kadang dikenal sebagai salah satu varian dari jenis penyakit stroke.

Dari penelitian Dr. Rachel Whitmen, ditemukan bahwa orang-orang yang mempunyai kadar kolesterol dibawah 200 miligram per desiliter darah (200 mg/dL) pada usia 40 - 45 tahun, kelak pada usia 30 tahun kemudian, ternyata mempunyai resiko menderita kepikunan yang lebih rendah.

Sedangkan 57 persen orang yang mempunyai kadar kolesterol lebih dari 240 mg/dL pada usia 40 - 45 tahun, pada usia 70-an, ternyata sangat beresiko menderita penyakit Alzheimer atau Dementia.

Garis batas kandungan kolesterol dalam darah ditemukan pada angka kandungan 200 - 239 mg/dL dalam darah.

Jika Anda mempunyai kadar kolesterol dalam darah kurang dari 200 -239 mg/dL pada usia 40-an tahun, tampaknya resiko Alzheimer di usia lanjut lebih rendah, jika dibandingkan yang mempunyai kandungan kolesterol darah lebih dari 200 - 239 mg/dL.

Dari studi juga diketahui, orang yang mempunyai kolesterol darah lebih dari itu angka batas itu, 50 persennya beresiko menderita penyakit Dementia atau stroke. Semakin tinggi nilai kelebihan kolesterol dalam darah, maka resiko jenis penyakit yang diderita juga semakin meningkat.

Penemuan Whitmer ini penting, untuk menentukan perlakuan apa yang perlu dipersiapkan oleh seseorang pada usia tua kelak. Kalau Anda mempunyai kolesterol darah lebih tinggi dari angka itu, Anda bisa mempersiapkan diri, bentuk terapi apa kelak diusia lanjut.

" We make a living by what we get and make a life by what we give "

Senin, 15 September 2008

BANGSAWAN


Saya meemukan iklan jam tangan TITONI dimajalah STAR WEEKLY yang terbit diera tahun 50 an.
Saya jadi teringat masa lalu saya sebagai seorang bangsawan
... karena arloji kata lain dari jam tangan biasanya menjadi kelengkapan yang penting buat seorang bangsawan.

Memiliki profesi sebagai bangsawan ( bangsanya karyawan; Direktur, Manager, Supervisor, Staf, bahkan hingga Office boy ), memang memiliki beberapa keterbatasan dalam hal pendapatan. Namun apakah dengan itu anda harus menunggu sampai punya pendapatan besar baru bisa menggapai kemakmuran?

TIDAK, anda tetap bisa makmur berapapun besar atau kecilnya pendapatan anda karena kemakmuran tidak dilihat dari berapa besarnya pendapatan anda tapi seberapa pintarnya anda mengelola pendapatan anda itu. Setuju?

Contoh yang sangat masuk akal. Cobalah anda lihat sekeliling anda. Apakah ada seseorang yang mempunyai pendapatan sekitar 1 juta-an, memiliki istri dan dua orang anak, namun masih sanggup menjalani hidup dan tidak ngutang sana-sini. Sedangkan ada seseorang yang mempunyai penghasilan sekitar 4 juta-an, namun setiap tanggal 20-25 an gajinya sudah ludes des des.. sampai-sampai harus ngutang sana-sini. ( wah.... nyindir :P )

Contoh satu lagi, coba anda ingat-ingat teman SD anda. Bagaimana kondisi dia saat itu, saat anda bersama dengan dia di satu sekolah. Namun setelah anda lihat di hari ini kok sepertinya dia lebih sukses dari saya yah... padahal dulu tampangnya culun-culun lho. Kok bisa yah dia sudah punya rumah dan mobil pribadi, sedangkan saya masih mobil pinjaman kantor dan tinggal di rumah orang tua. (hua.. hua.. hua....)

Contoh yang lain lagi, disekitar tempat tinggalku ada satu keluarga baru baru satu tahun menempati rumah yang baru dibelinya dan kemudian direnovasi.
Menurut ukuran saya sebelum direnovasi rumah tersebut keadaanya masih sangat baik .... karena sebelum dijual oleh pemilik lama bagian yang agak rusak sudah diperbaiki dan semuanya telah dicat baru. Menurut info mereka baru mendapat warisan dari orang tuanya.
Sukuranpun menempati rumah baru diselenggarakan dengan meriah, kelarga dan teman-temannya ikut senang dan gembira.... termasuk kita sebagai calon tetangga.
Sebagai tetangga tentu saya secara tidak langsung mendapat informasi, keluarga tersebut sangat ideal dengan karier dan pendapatan yang cukup baik.
Tetapi setahun kemudian kami mendengar informasi, rumah tersebut dijual dan tanpa kabar berita entah kemana keluarga tersebut pindah.
Belakangan penghuni baru yang membeli rumah tersebut ...... mengeluh sering didatangi debt colector .... yang mencari penghuni lama .... yang ternyata punya masalah dengan kartu kreditnya banyak.

Ada contoh kasus yang lain lagi : Seorang teman saya katakanlah begitu ... mempunyai karier yang baik disalah satu perusahaan minyak asing. Mempunyai gaji yang sangat besar menurut ukuran saya, disamping itu mempunyai berbagai fasilitas seperti rumah dinas, jaminan kesehatan, sekolah gratis untuk anak2-nya, cuti tahunan keluar negri untuk sekeluarga, bahkan pembantu dan supirpun dibayarin perusahaan. Sungguh nyaman.... yang perlu dipikirkan cuma tugas dan pekerjaan. Tapi rupanya ada yang lupa ... beliau tidak pernah merencanakan dan melihat kemasa depan hidupnya. Kenapa begitu?. Beliau selepas sekolah langsung dapat pekerjaan lalu karirnya bertambah baik sesuai dengan pertambahan umurnya ... begitu juga rezki berupa materi beliau selalu merasa berkecukupan ... dan didapat untuk digunakan. Masa pensiun nanti ... cukuplah kita kembali kekampung hidup sederhana disana... kan dapat pesangon lumayan besar. Kemudian hari bahagia yang dinantikan tiba : Pensiun dini. Rupanya dari sini titik awal kehidupan yang sebenarnya, keluar dari rumah dinas hanya bawa koper dan mobil peribadi yang bagus... karena tidak pernah berpikir untuk nyicil beli perabotan rumah tangga ... karena lengkap disediakan perusahaan. Juga enggak pernah berpikir untuk beli atau nyicil rumah dikampung selama beliau berdinas. Sehingga tugas pertama menjelang pensiun... cari rumah ... sebagai mana kita ketahui ... menyita waktu dan tenaga. Memikirkan bagaimana mengelola uang pensiun agar dapat menghasilkan uang paling tidak supaya tidak cepat berkurang... karena merubah pola hidup konsuptif ternyata tidak mudah. Selanjutnya bagaimana?. Ternyata membeli rumah ... menghabiskan 50% uang pensiun. Karena biasanya hidup agak royal 10% habis untuk membagi-bagi saudara dan teman yang beliau selalu santuni dimasa beliau bekerja. Jadi beliau cuma punya sisanya 30% lagi yang dicanangkan untuk diputar sebagi modal. Karena belum pernah bisnis diserahkannya keorang lain yang menurut iklan menjanjikan bisa berbunga cukup besar.... tetapi kenyataannya ... malah modal beliau susah ditarik. Untuk menarik uang tersebut ternyata tidaklah mudah ... malah perlu bayar pengacara dan pengadilan.

Pertanyaanya disini adalah, SEBARAPA PINTARKAH ANDA MENGELOLA PENDAPATAN ANDA SELAMA INI?

Hingga anda mencapai S5, (SD, SMP, SMA, SARJANA, PASCA SARJANA) hal ini tidak diajarkan juga. Bukan karena kedua orang tua tidak mencintai kita. Namun memang karena mereka tidak tahu secara angka real bagaimana dan berapa angka yang pasti untuk dikelola.

Mencontoh pengalaman orang lain yang baik dan selalu belajar dari pengalaman buruk diwaktu yang lalu ... berangkali dapat membantu kita mengatur pola hidup kita agar bisa hidup lebih baik.

Dari ketiga kasus diatas .... mau tidak mau harus diakui ... sebetulnya kira-kira seperti itulah... hidup seorang bangsawan ....he,he,he.


Pepatah orang tua sunda :
Ulah kumaha engke ( jangan bagaimana nanti) tapi
Engke kumaha ( nanti akibatnya bagaimana ).

Kesimpulan iklan jamtangan (1955) diatas kurang tepat .... VEER (maksudnya per) yang tidak akan putus selama-lamanya ... tidak pernah ada.

Hidup untuk makan.


Sejak beberapa hari ini saya merasa sangat sedih setelah mendengar dan melihat tayangan berita TV di Indonesia ….

Bahwa ada orang yang mengusahakan makanan daur ulang dari produk daluarsa dan bahkan mengolah daging sisa makanan dari hotel dan restoran untuk dijual.
Bagaimana ini bisa terjadi dinegri kita ini?.

Saya jadi teringat cerita ustadz waktu ngaji masa kecil dulu.

Diceritakan ada seorang wanita sedang mengidam mencium bau harum makanan yang sedang dimasak tetangganya. Tak tahan menahan keinginannya, maka meminta suaminya untuk minta sedikit sekadar mencicipi makanan yang baunya harum tersebut.
Untuk memenuhi permintaan istrinya sang suami memberanikan minta sedikit, ternyata orang miskin itu tidak memberinya. Malah berkata: " Makanan ini halal buat kami, tetapi haram buat orang lain".
Singkat cerita, ternyata tetangganya sangat miskin dan terpaksa karena sudah beberapa hari tidak makan, memasak ayam sudah mati kemudian baunya tercium oleh tetangganya yang sedang ngidam.

Seperti dicerita tadi rupanya kita sering tidak tahu kehidupan diluar lingkup kehidupan kita sehari-hari. Kita baru terkejut setelah melihat atau membaca berita yang tentunya ditulis oleh wartawan yang peduli.

Disisi lain tentu kita tahu … hampir semua channel TV menyajikan acara kuliner ..yang menyajikan makanan yang enak-enak dan dimana bisa dicari. Ditujukan juga tayangan makanan tersebut sekadar dicicipi ……tidak pernah dihabiskan … dan pesannya juga banyak … porsi yang besar dan kelihatannya sangat enak.
Kemana sisa makanan itu pergi?. Dibagikan kepada kru TV?. Saya kira tidak mungkin … ujung-ujungnya tong sampah…..

Demikian juga kalau kita makan di Restoran … kita masih melihat orang-orang memesan makanan yang mahal dan enak-enak tetapi cuma untuk dicicipi.
Kalau kita mendapat undangan pesta pernikahan misalnya tidak jarang …. melihat orang mengambil makanan sepiring muncung kemudian tidak dihabiskannya ….
Karena melihat sajian lain yang menarik digubuk2-makanan, karena makannya sambil jalan2…sambil mengingat jenis makanan yang mana yang belum dicoba. Kalau merasa tidak cocok dengan selera tinggal ganti piring saja. Hidup untuk makan.
Seandainya boleh bertanya kepada petugas kebersihan dapur hotel, gedung resepsi … restoran bahkan warung tenda yang sangat popular untuk kaum pencinta kuliner.
"Berapa banyak sisa makanan yang harus dibuang….. setiap hari".
Jawabannya " Lumayan pak ".
Padahal masih ada saudara-saudara kita yang belum punya makanan untuk hari yang sama.

Jadi yang salah siapa …. Yang punya hotel atau restoran tidak bisa disalahkan … mereka tidak bisa berbuat lain kecuali membuang makanan sisa tersebut.

Salahkah mereka yang terpaksa menyantap makanan daur ulang?. Mereka makan untuk sekadar bisa hidup.

Menyantap makanan enak tentu boleh-boleh saja tetapi kita harus bersyukur dengan rezki kita secara bijak.
Jangan menyisakan makanan dipiring, kalau direstoran jangan membiarkan makanan tersisa, bawalah pulang sebagai "doggie pack" … padahal untuk makan sahur…he,he,he.
Jangan sisakan untuk perusahaan daur ulang. Pelayan sudah paham ..... tidak akan dicampur dengan makanan sisa orang lain.
Sisihkan sebagian harta kita untuk fakir miskin …. Bulan puasa ini adalah waktu untuk berinfak dan sedekah.
Termasuk golongan manakah kita ini ... Orang yang hidup untuk makan atau makan untuk hidup.

Selasa, 09 September 2008

Ngeblog itu asik.


Sebetulnya hari ini belum ada niatan untuk menulis, tapi begitulah tiba2 ingin membuat blog baru yang isinya kira2 agak berbeda dari blog saya yang terdahulu ...
Tetapi ternyata idenya belum ada....
Jadi saya posting saja foto keluarga kami yang lucu ini .... sudah gendut-gendut ... pake jaket tebal kegedean.... he,he,he. Waktu itu rupanya merupakan kesempatan yang terbaik kami dapat kumpul lengkap sekeluarga. Dari kiri kekanan istri saya( Ibu Nyai), kemudian saya(Kang Eppy) berturut-turut kemudian Rina, Rani (Si Kembar) dan sang sulung Hendra.
Sementara kalau mau lebih kenal, mampir dulu deh dengan mengklik tautan berikut "blog saya yang lain".